Who am I?

P1080569

Star Wars fanboy yang tak punya cukup uang untuk membuktikannya walaupun untuk sekedar membeli helm Stormtrooper, introvert, pemabuk, kekasih gelap yang tak bisa diandalkan, project-officer dari sebuah galeri seni kontemporer di Jakarta, penulis lepas (yang seringkali berarti juga lepas tanggung jawab), penggemar komik, penikmat literatur—dari kelas tinggi hingga kadang yang tak berkelas—yang menyusun serta menulis blog komik ini karena merasa bahwa amat jarang orang di Indonesia yang bisa berbagi ketertarikan dan selera komiknya. Optimisnya minimum, pesimisnya maksimum, tapi setidaknya masih ada harapan dengan berbagi pengalaman pembacaannya bersama kalian.

Perlu diingatkan sehubungan beberapa e-mail yang kuterima, bahwa blog ini adalah blog komik. Jadi apabila ada film dibahas di sini itu artinya bahwa film tersebut berkaitan dengan komik. Apabila tak ada kaitannya dengan komik, film tersebut tidak akan dibahas di sini. Dan perlu ditekankan juga, bahwa aku meresensi hanya apa yang aku suka dan pilih sendiri sesuai seleraku—entah itu karakternya, entah itu penulisnya, apapun.

Selamat membaca pendapatku. Tidak usah dianggap serius.

Advertisements

17 thoughts on “Who am I?

    • Hai. Biasanya sih pesan online, atau sering juga beli di Comic and Games, toko komik di Mall Taman Anggrek, Jakarta. Pesan lewat mereka juga oke kok. Habis, susah sih ya nyari komik-komik kayak gitu di sini.

  1. Bro, boleh dipamerin dong rak koleksi komik-komiknya selain yang di atas. Saya seneng liat koleksi punya orang lain, khususnya komik dan film.

  2. Hey Leon, tuh udah difoto tumpukan komiknya. Gak ditaro di rak, jadi cuman ditumpuk gitu aja. Itu yang tumpukan komik semua, sisanya kepencar-pencar ada yang di Jakarta, dipinjem dan keselip-selip sama buku-buku lain.

  3. Saya bersyukur bisa menemukan blog ini. Sebagai penggemar komik eropa era 1980-an terbitan Indira, Sinar Harapan, Misurind, blog ini cukup mengobati dahaga saya akan komik-komik Eropa. Jujur saja, saya agak sebal dengan serbuan manga Jepang yang menurut saya (agak) keterlaluan. Awalnya sih tidak begitu sebal, karena manga jepang yang pertama kali saya temukan adalah Akira, yang ceritanya sci-fi, distopis, gelap, dan brutal. Setelah keluar manga-manga yang lunak, mulailah bosen. Akhir-akhir ini agak terobati dengan manga Resident Evil Marhawa Desire.
    Blog ini juga semakin menambah kegiuran saya terhadap komik-komik Eropa/Amerika. Yeah, baru taraf tergiur karena untuk belanja komik luar original, harganya masih kurang bersahabat dengan kapasitas dompet.
    Sekalian nanya bung Bill, kira-kira alasan apa yang membuat penerbit Indonesia ogah menerbitkan komik eropa/amerika. Emang, biaya copy rightnya lebih mahal daripada manga Jepang? Zaman dulu, Cypress, Indira, SH, Misurind kok bisa ya?
    Kalo lihat-lihat yg direview di blog ini, kok kurang lebih sama dengan minat saya. No superheroes heheh, dystopian sci-fi, covert operatives, etc. Btw, kata kunci yg saya gunakan sehingga nyasar di sini adalah ‘the punisher 2014’ berhubung Fox mau buat serial televisinya.
    Bahasa yang Anda gunakan juga enak, unik, dan menggelitik, bung Bill. Jelas, blog ini saya bookmark.
    Salam.

    • Wah. Akhirnya ada juga yang idup sejaman. Iya, aku juga suka komik-komik era Indira, Sinar Harapan dan Misurind itu. Kebetulan, sebenernya aku juga lagi nyusun review komik Lefranc. Tau kan? Dulu terbit 8 nomor di Indonesia. Aku juga sedih benernya komik Eropa kegeser gitu sampe akhirnya bangkrut, kalah sama manga. Tapi mungkin memang jamannya beda. Masa komik Eropa di sini udah abis. Mungkin sih. Dan ngomong-ngomong, Akira? Wah itu salah satu komik favoritku. Sayang di Indonesia (lagi-lagi) jenis yang kayak gitu gak dapet respon yang memuaskan. Baru 7 nomer dari 21 nomer yang terbit dan udah gak dilanjut karena konon harga lisensinya mahal banget Akira itu dan penjualan komiknya di sini gak nutup. Resident Evil Marhawa Desire juga ngikutin. Tapi dari hasil baca online sih. Seru.

      Akhirnya aku lebih banyak ngikutin komik-komik Amerika, karena alasan yang sederhana: gak banyak komik Eropa yang diterbitin ke bahasa Inggris. Kebanyakan masih bahasa Perancis atau Belgia. Jadi kalopun beli aslinya, aku musti les CCF dulu baru bisa baca. Dan aku nemu banyak komik Amerika yang ya itu, dystopian sci-fi, covert operatives, non-superheroes. Walau sebenernya tetep dahaga sama komik Eropa, karna gimanapun juga tetep beda.

      Aku gak tau pastinya kenapa, tapi kalau dari beberapa info dari beberapa temen yang jadi editor di penerbit-penerbit itu, ya kendalanya memang gak nutup. Biaya beli lisensinya memang mahal, tapi penjualan gak semanis manga manisnya Jepang. Beberapa sempet nyoba kan buat ngebangkitin lagi komik-komik Eropa. Kayak XIII, IRS, yang baru sekitar 3 atau 4 nomor trus udahan. Proyek rugi. Sekarang juga Tanguy dan Laverdure, Michelle Valiant, Ricochet, Lucky Luke, diterbitin lagi. Gak tau deh, apa akan bertahan dan berkembang. Janggut Merah sempet mau diterbitin tapi kabarnya gak jelas. Tapi satu hal yang bikin seneng, Smurf adalah salah satu komik laris di catetannya Gramedia. Semoga ya, dan semoga juga penerjemahnya bagus. Kayak penerjemah-penerjemah komik Eropa jaman dulu, gak mesti tepat banget, tapi ngadaptasinya ke bahasa Indonya jago, tanpa mesti bikin artinya jadi beda.

      Oya, ngomong-ngomong soal komik Amerika yang mahal, komik Eropa lebih nyekik lagi tuh harganya. Kemaren ini sempet mau nitip temen beliin komik Valerian and Laurelin, satunya jatohnya ampir 300 rebu satu. Langsung kebat-kebit liat isi dompet. Komik Amerika masih di angka 150 – 200 rebu, masih bisa kebeli lah asal gak sering-sering dan nabung dulu. Itu tumpukan komik di fotoku itu, itu hasil nabung dan beli satu-satu selama bertahun-tahun.

      Makasih atas kunjungannya ya. Jujur aku seneng banget akhirnya ada yang ngerti.

      • Ya jelas. Saya hanya punya 3 lefranc edisi bahasa Indonesia: Ultimatum untuk Prancis, Misteri Tuan Borg, dan Operasi Thor. Dulu belinya juga nabung2 sama merengek hehe. Sayang Indira cuma nerbitkan 8 edisi ya.

      • Hahaha. Aku juga pada ilang kok. Dan sekitar sepuluh taon lalu dari hasil berburu lagi di toko-toko buku bekas, berhasil dapetin semua lagi tuh dengan harga satunya 8000. Lumayan lah.

  4. Udah lama gak mampir ke blog ini. Thanks buat sharing shelf porn-nya. Bener-bener memanjakan mata. 🙂

  5. hallo semua…. barangkali ada yang kangen dengan Tanguy Laverdure , lihat aksi mereka setelah dikeluarkan dari AU perancis, mampir ke FB “ebook Tanguy” ya

  6. Wah banyak sekali ya. Komik saya tinggal sekitar 10 eks, itu juga Conan the Barbarian semua, beli akhir 90-an, 4 rebu satu (besoknya ke toko itu lagi, eh ternyata udah nggak buka lagi :mrgreen: )

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s