IR$: Agen Pajak, Vol 1 (2004)

Komik-komik Eropa terbitan Indira pada gelombang kedua kurasa kurang mendapat tempat di hati para penikmat komik Eropa sebelumnya. Perhatikan saja, dibandingkan dengan gelombang pertamanya seperti Kisah Petualangan Tanguy dan Laverdure, Janggut Merah, Lefranc, dan Michael Valliant, untuk sekedar menyebutkan beberapa, XIII, Alpha, dan IR$, rasanya tak terlalu banyak dikenal. Hal ini juga bisa dilihat dari berapa harga komik-komik gelombang kedua tersebut di pasaran buku bekas dan berapa banyak masih tersedia di pasaran.

Aku tidak terlalu tahu mengapa komik-komik gelombang kedua ini kurang mendapatkan tempat di hati para penikmat komik Eropa, padahal menurutku kisah-kisah yang ditawarkan amat baik, apalagi ditambah gambar yang tak kalah memikat. Seperti IR$ yang akan kubahas dalam tulisan kali ini. Indira hanya menerbitkan dua buku saja, sehingga aku terpaksa membeli judul-judul sisanya secara daring. Tak ada pilihan lagi.

IR$, serial komik karya Stephen Desberg dan ilustrator Bernard Vrancken ini, memilih karakter utamanya dari profesi yang rasanya tak banyak diangkat dalam kisah komik: agen pajak. Kalau Indonesia ingin mengangkat tema anti-korupsi melalui komik, semestinya KPK mendukung penerbitan dan pendistribusian komik satu ini. Betapa tidak? Larry B. Max, karakter utama dalam komik IR$ ini, adalah seorang agen pajak yang mana tak seorangpun ingin diaudit olehnya.

 

Larry B. Max, 007-nya Departemen Pajak.

Dibayar sebesar USD 250,000 per kasus oleh IRS, Internal Revenue Service, badan pajak Amerika Serikat, Max adalah unit khusus yang akan dipanggil saat disinyalir ada penggelapan pajak berjumlah besar, yang seringkali melibatkan jaringan teroris, korporasi raksasa, dan mafia. Ia juga adalah seorang lelaki yang telah berumur yang menarik, tinggal di villa mewah, hanya mengenakan pakaian terbaik, serta mengemudikan mobil-mobil mahal. Max juga tak pernah tersenyum, profesional, dan tak pernah kehilangan fokus. Kalau saja mau dibandingkan, anggap saja Max ini adalah 007 Daniel Craig tapi dari departemen pajak.

Dalam buku pertamanya ini, Max mengusut sebuah kasus pembunuhan seorang bankir Swiss, Luc Cretier, di Kalifornia, di mana beberapa jejak yang ditemukan oleh Max mengarah pada keterlibatan Abraham Loewenstein, seorang pebisnis kaya raya di New York yang mana kedua orangtuanya tewas di Auschwitz. Apakah pembunuhan tersebut ada kaitannya dengan para yahudi penyintas Perang Dunia II yang berupaya mengklaim dana keluarga mereka yang disembunyikan di bank Swiss? Bagaimana dengan uang sejumlah 3 juta dolar yang dibawa masuk ke Amerika? Menarik melihat bahwa bagaimana kisah dibangun dari kasus pembunuhan yang tampak biasa, tetapi dibawa kepada jalinan kisah yang berkaitan dengan penyelundupan uang dalam jumlah besar sehingga departemen pajak blingsatan. Dalam soal ini, harus kuakui Desberg amat piawai, karena menampilkan kisah yang berbeda dari kisah-kisah biasanya. Perhatikan saja, bukankah biasanya alur kisah nyaris selalu bertumpu pada kasus kriminalitas pidana yang ditangani oleh seorang detektif bagian kriminal, atau konspirasi politik dan ditangani oleh agen rahasia? Di komik ini semua kejahatan berkaitan dengan urusan pajak. Aku akan bahas kisahnya pada bagian kedua tulisan ini di bawah.

Untuk menguatkan pendapatku tersebut, aku mengutip sebagian kisah dalam buku ini. Max kepergok oleh salah seorang perempuan yang dicurigai telah menggelapkan pajak, perempuan ini dalam pembelaan dirinya menuturkan bahwa ia terpaksa terlibat dalam pembunuhan yang berakibat harus melakukan upaya-upaya penggelapan pajak. Bagi Max, siapa dan berapa banyak orang yang telah perempuan tersebut bunuh bukanlah urusannya. Bagi Max dosa terbesar sang perempuan adalah bagaimana sang perempuan tidak melaporkan dengan benar berapa jumlah pendapatan yang ia terima pada departemen pajak.

Sungguh agen pajak yang fokus dan penuh dedikasi.

Jadi jangan pernah berpikir bahwa kisah kehidupan seorang agen pajak ini akan seperti para akuntan dan auditor yang berkutat seharian di depan setumpuk berkas dan layar komputer seperti yang kita semua pahami. Perjalanan Max dalam melakukan pekerjaannya justru setingkat para agen rahasia setara James Bond. Penuh intrik, perempuan cantik, dan pertarungan fisik yang tak jarang melibatkan aksi tembak menembak. Seperti yang dipaparkan oleh Max pada Gloria Paradise, seorang pekerja telfon erotis yang tampaknya telah dikenal oleh Max sejak lama dan menyimpan beberapa rahasia kehidupan Max, saat Max berkata bahwa ia menyadari bagaimana mereka yang hidup bergelimang harta itu menarik, khususnya para milyarder. Alasannya? Karena menurut Max, mereka semua menyimpan rahasia-rahasia tergelap yang sebenarnya mengungkapkan bagaimana mereka semua dapat berada pada posisinya saat ini. Lantas bagaimana Max bisa tahu banyak soal kehidupan mereka? Coba perhatikan kutipan ucapan Max dalam gambar di bawah ini. “[…] untuk mendapatkan gambaran kehidupan seseorang, menurutku adalah dengan membaca laporan pajaknya!”

Dari segi gambar, sebenarnya gaya ini juga tidak biasa, terutama di era sekarang ini. Disiplin pada batas-batas panel yang kaku dan tegas, setiap panel diisi dengan ilustrasi yang mengikuti tradisi ligne-claire gaya komik-komik Franco-Belgian klasik, sudut-sudut pandang yang diambil juga tidak terlalu menggebu dan emosional seperti layaknya manga. Semuanya bersih dan teratur, walaupun detailnya juga digarap dengan amat baik.

Sebagai sebuah debut, buku pertama serial ini sungguh menakjubkan. Indira tidak salah saat memilih serial IR$ ini untuk diterbitkan di sini—terlepas dari kesalahan-kesalahan lain yang membuat komik ini gagal di pasaran. Apabila engkau menyukai kisah-kisah thriller, detektif, konspirasi internasional, gaya hidup mewah, maka komik ini meliputi semua hal tersebut. Memang agak-agak seperti film The Accountant yang dibintangi oleh Ben Affleck, hanya minus autisme. Karena Larry B. Max adalah seorang agen pajak yang mana engkau jelas-jelas tak akan pernah berharap diaudit dan berurusan dengannya.

Pada bagian berikut ini aku akan menuliskan kisahnya, bagi yang menghindari spoiler, saranku adalah berhenti membaca resensi di bawah ini dan coba cari buku komiknya saja.

 

Bayar Pajak atau Mati

Kisah dalam buku pertama ini dibuka dengan lelaki yang penuh gaya, sang karakter utama, Max, bercakap-cakap dengan gadis favoritnya, Gloria Paradise, melalui telfon, untuk mengisi waktu sebelum ia berangkat.

Lalu kisah melompat pada beberapa hari sebelumnya di mana seorang bankir Swiss dibunuh persis begitu ia telah menggelontorkan uang dalam jumlah besar untuk kunjungannya ke Kalifornia. Dua hal tersebut—pengeluaran uang yang sedemikian besar dan kematian mendadak—jelas menjadi perhatian bagi dirjen pajak. Untuk kasus-kasus yang membutuhkan investigasi mendalam dan melibatkan uang sebesar 3 juta dolar, orang yang paling tepat untuk dipanggil adalah Max. Berbeda dengan agen-agen pajak lainnya, Max yang berpenampilan dandy ini juga mengantongi pistol dalam kesehariannya, yang artinya bahwa ia tak akan segan beraksi kapan pun dan di mana pun. Maka mulailah penelusuran soal siapa dalang di balik pembunuhan sang bankir Swiss.

Tak butuh waktu lama bagi orang seperti Max untuk dapat melacak siapa dalang di balik pembunuhan tersebut: seorang yahudi penyintas Perang Dunia II yang berhasil mentransformasikan tragedi menjadi sebuah kesuksesan, Abraham Loewenstein. Namun ternyata tak hanya berhenti di situ, karena penemuan tersebut justru menyingkap tabir yang lebih luas lagi daripada sekedar kasus pembunuhan biasa. Disinyalir terjadi sebuah skandal besar yang melibatkan redistribusi dana simpanan kaum yahudi secara besar-besaran yang terjadi saat Hitler mulai berkuasa. Dan kini, walaupun episode Perang Dunia II telah ditutup, uang yang tersimpan masih menjadi incaran para yahudi penyintas Holocaust di mana Moshe Geldhof, seorang milyarder yahudi lain, terlibat di dalammya. Penelusuran tersebut menjadi kian pelik saat sebuah mobil berusaha menyingkirkan Max di jalan raya. Sebuah upaya yang gagal tentu saja, karena kalau berhasil maka sudah jelas komik ini akan berakhir dengan karakter utama yang tewas.

Jadi bagaimana sebenarnya misteri yang tersembunyi di balik hal-hal tersebut, dan siapa saja yang terlibat? Komik ini ditutup dengan amat menggantung, tentu saja. Dan alunan kisah komik ini akan berlanjut pada nomor berikutnya, “Strategi Hagen”, yang untungnya juga sempat diterbitkan oleh Indira, dan akan kubahas pada tulisan berikutnya.

Dari paparanku tersebut, maka sudah jelas bukan, bahwa saat kita membicarakan kehidupan seorang agen dari departemen pajak, kita tidak hanya berurusan dengan seorang nerd melainkan juga seorang Daniel Craig, yang tak segan-segan menggunakan pistolnya. Seseorang yang tak akan dapat dihalangi sama sekali.

Dalam hidup ini, hanya kematian dan tagihan pajaklah yang tak akan dapat dihindari. Larry B. Max menawarkan pilihan salah satu atau malah keduanya sekaligus dalam satu paket ekonomis: kematian.

Peringkat: 4/5

Penulis: Stephen Desberg
Ilustrator dan pewarnaan: Bernard Vranken
Bahasa asli: Prancis (edisi Dargaud-Lombard)
Penerbit: Indira 2004, 48 halaman.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s