Ada Apa dengan Star Wars dan Valerian?

Valerian-StarWars00

Masih dalam rangka memeriahkan demam Star Wars sekaligus menyambung ulasan sebelumnya tentang serial komik Valerian dan Laureline, aku ingin menunjukkan beberapa persamaan—apabila tidak bisa disebut sebagai kemiripan—antara dua hal tersebut. Aku tentu tidak ingin berbincang hal ini dengan para Star Wars fanboy/fangirl di luar sana maka karenanya aku menulis di sini—engkau tentu tahu, seorang fan tak pernah salah, apabila aku berkata soal tuturanku di bawah ini, aku bisa jadi dilabeli sebagai seorang hater.

Aku bukan seorang hater bagi Star Wars mengingat bahwa aku sendiri seorang Star Wars fan walaupun mungkin masih yang setingkat moderat, tetapi alasanku menulis ini adalah karena menurutku, kita seharusnya melayangkan kredit pada mereka yang seharusnya. Dan hal ini yang amat kusayangkan karena tidak terjadi dari sisi dari George Lucas.

Berbagai sumber memang menerangkan bahwa sumber inspirasi Star Wars ada cukup banyak: serial Flash Gordon, film karya Akira Kurosawa, dan narasi-narasi pahlawan mitologis. Tetapi beberapa sumber—yang sayangnya kurang diperhatikan—mengatakan bahwa Lucas melupakan kredit pada komik yang banyak memengaruhinya: Valerian. Diciptakan oleh Pierre Christin dan seniman Jean‑Claude Mézières pada 1967, serial komik ini mengetengahkan beberapa desain dan plot yang mirip dengan beberapa elemen dalam film-film Star Wars.

Walaupun serial Valerian cukup populer di Eropa, tetapi tidak demikian di Amerika. Mungkin ini juga salah satu alasan mengapa Valerian tidak mendapat kredit. Entahlah. Mézières sendiri, persis setelah ia menonton penayangan perdana Star Wars, ia terkejut dan lantas mengirimkan pendapat melalui surat dengan nada bersahabat kepada George Lucas, menanyakan soal kemiripan-kemiripan tersebut, tetapi tak pernah ada catatan bahwa Lucas menanggapi surat tersebut. Tak mendapat tanggapan, sebagai seorang seniman, ia lantas menuangkan pendapatnya dalam satu karya yang ia sisipkan dalam majalah komik, Pilote. Berikut ini karya yang ia buat.

Valerian-StarWars02

Leia menyatakan pendapat, “Senang berjumpa dengan kalian di sini.” dan Laureline menjawab, “Oh, kami sudah lama berada di sini.”

Menarik.

Lalu, masih tak ada tanggapan, pada akhirnya hal tersebut dibiarkan menguap, hingga pada akhirnya di tahun 2004, dalam komik Valerian yang diterbitkan dalam bahasa Inggris, melalui kata pengantarnya, editor komik dan penerbitnya, Kim Thompson, berkata,

In 1977 Mézières sat down in a movie theater to enjoy a new movie called Star Wars and was astonished to see how many of the designs and concepts—and, indeed, the whole motif of a lived‑in, funky future seemed awfully familiar. Polite inquiries to the Lucas camp went unanswered, but over the years word leaked back that the Star Wars designers (some of them French) had indeed maintained a nice collection of Valerian albums.

Hal ini sebenarnya bukannya tak menarik perhatian orang-orang lain, walaupun hingga hari ini Lucas tetap tidak mengeluarkan pernyataan terkait hal tersebut. Perhatikan tulisan Matt Bielby dalam buku Sci-Fi Chronicles: A Visual History of the Galaxy’s Greatest Science Fiction saat ia mengulas desain dan konsep dalam Star Wars,

The slave‑girl outfit that Laureline wore in a 1972 adventure appears to have inspired Princess Leia Organa’s costume in The Return of the Jedi (1983). Other elements of Star Wars that seem indebted to the French strip include the Millennium Falcon, Luke falling from Cloud City, Han in carbonite, Darth Vader’s scarred face and the concept of clone armies—indeed, on first seeing the George Lucas film, Mézières was said to have been ‘furious.ʹ

Coba perhatikan panel dari komik Valerian di bawah ini, saat Laureline ditahan oleh seorang pimpinan kriminal gemuk di atas sebuah kapal dan dipaksa untuk mengenakan pakaian seorang budak.

Valerian-StarWars06

Lalu coba ingat-ingat film Star Wars: Return of the Jedi. Leia ditawan oleh alien gemuk Jabba the Hutt di atas sebuah kapal dan dipaksa untuk mengenakan pakaian seorang budak.

Oh, ada bedanya! Dalam Star Wars kapalnya melayang.

Menanggapi hal tersebut, mungkin karena gerah sementara Lucas tak juga berkomentar, Aggie Guerard Rodgers, desainer kostum yang menciptakan pakaian budak yang dikenakan Leia dalam film Return of the Jedi, menyatakan bahwa kostum tersebut terinspirasi dari karya Frank Frazetta, bukan Laureline.

Baiklah. Mari kita perhatikan “sumber inspirasi” karya Frank Frazetta di bawah ini.

Valerian-StarWars07

Silakan cari kesamaannya.

Lalu pada elemen lain, dalam film Star Wars: Empire Strikes Back, ada kisah di mana Han Solo di atas Cloud City, ditangkap dan dibekukan dalam karbonit. Ingat?

Baiklah, lalu coba buka buku komik Valerian: Empire of a Thousand Planet dengan panelnya di bawah ini.

Valerian-StarWars05

Baik. Sudah ingat sesuatu? Lalu perhatikan panel di bawah ini. Ingat Cloud City?

Valerian-StarWars01

Masih dalam buku Valerian: Empire of a Thousand Planet, penjahat utamanya membuka helm dan menunjukkan wajah aslinya yang penuh cacat. Mengingatkan pada sesuatu?

Valerian-StarWars08

Selanjutnya, ada sesuatu yang mengingatkanku pada Watto dalam Star Wars: The Phantom Menace saat aku membuka buku Valerian: Ambassador of the Shadows.

Valerian-StarWars04

Lalu di bawah ini, ada yang ingat bentuk bagian dalam gubuk Yoda di planet Dagobah?

Valerian-StarWars03

Aku tidak tahu pasti sebelum ada jawaban resmi dari Lucas, atau sekarang mestinya dari Kathleen Kennedy. Sebelum ada, semua masih berupa hipotesa belaka, walau kemiripannya amat dekat.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s