Dredd: Urban Warfare (2015)

Dredd-Cover

Rasanya belum terlalu lama saat aku menonton aksi Judge Dredd di bioskop 21 dekat tempat tinggalku. Aku masih ingat detail-detail tiap adegannya. Aku bahkan sudah menonton lagi film tersebut di layar televisi, termasuk DVD-nya. Lagi dan lagi.

Ada sesuatu yang menarik dari kisah Dredd. Ada sebuah insting kekerasan yang amat mendasar dari karakter ini. Dalam satu sisi Dredd adalah seorang yang ultra-konservatif, ia bahkan bisa dikategorikan fasis malah—coba perhatikan komik-komiknya seperti Judge Dredd: America misalnya di mana Dredd dan para Judge lain menindas gerakan pejuang kebebasan. Tapi Dredd memang rasanya tidak paham akan kebebasan. Dredd hanya paham bahwa masyarakat harus hidup di bawah kontrol pemerintah. Masyarakat haruslah berupa sebuah sistem sosial di mana struktur dipangkas habis-habisan tetapi kapasitas pemerintah dimaksimalkan.

Begitu juga sebenarnya latar kisah-kisah dari Dredd: Urban Warfare ini. Aku berkata, kisah-kisah, karena memang ada tiga buah kisah dalam buku ini dan semuanya adalah sebuah rangkaian yang terhubung dengan film Dredd yang dibintangi Karl Urban tahun 2012 lalu.

Ada yang sadar bahwa ini semua adalah kisah tentang Ma-Ma dan warisannya?

Ada yang sadar bahwa ini semua adalah kisah tentang Ma-Ma dan warisannya?

Buku dibuka dengan Top of the World, Ma-Ma, yang merupakan kisah asal muasal Ma-Ma Madrigal, soal bagaimana sedari kehidupan lampaunya ia begitu tak berdaya hingga berhasil menaiki jenjang karir kriminalnya hingga menjadi ratu obat-obatan di Mega City One. Prequel ini pernah kubahas beberapa saat lalu di sini, jadi rasanya sudah tak perlu lah kubahas lagi sekarang.

Dredd-Body-01

Di satu sisi, aku bersimpati pada Ma-Ma Madrigal.

Kisah kedua adalah Underbelly yang tidak lagi berupa prequel, melainkan sekuel, di mana Ma-Ma sudah tewas. Ini juga pernah kubahas di sini. Silakan cek.

Maka kita beranjak ke kisah ketiga—kisah paling panjang dalam buku ini: Uprise. Ditulis oleh Wyatt dan dilengkapi dengan ilustrasi dan warna dari Paul Davidson dan Blythe, kisah ini menyoroti sebuah alur klasik mengenai korupsi dan revolusi. Sebuah distrik kumuh di tengah Mega City One bangkit dan melancarkan protes dan kerusuhan sebagai bagian dari penolakan mereka akan adanya proyek perumahan elit yang menggusur lahan-lahan mereka, Dredd, tentu saja, bertugas untuk memadamkan aksi protes dan kerusuhan. Tetapi masalahnya, ini semua dimanfaatkan oleh pihak yang berada dalam struktur pemerintahan kota. Sebagaimana di dunia nyata juga terjadi, selalu ada orang-orang yang mendapat keuntungan dari penghancuran orang-orang lain. Ini yang menjadi sasaran Dredd.

Dredd-Body-03

Robot yang menjadi lawannya Dredd entah kenapa mengingatkanku pada IG-88, sang bounty hunter dalam Star Wars.

Pendeknya, Uprise, adalah soal teror negara polisi, soal korupsi yang tetap terjadi, dan bagaimana engkau ingin suaramu didengar serta bagaimana memerjuangkan kehidupanmu.

Ketiga kisah ini memang melengkapi kisah dalam filmnya, jadi menurutku, apabila engkau menikmati filmnya, ada baiknya kalau buku komik ini menjadi incaran juga.

Iya memang, Urban Warfare memang lanjutan yang sempurna dari filmnya. Sekuel filmnya mungkin tak akan pernah terlaksana, tetapi sementara ini kisah dalam komik ini adalah sebuah taktik yang baik. Aku memahami siapa Ma-Ma, aku juga jadi tahu apa yang terjadi pasca tewasnya Ma-Ma, sekaligus siapa dia. Jadi, benar bahwa buku ini penting terlebih apabila kita juga menikmati filmnya.

Rate: 4/5

Penulis: Arthur Wyatt, Matthew Smith
Ilustrator: Henry Flint, Paul Davidson
Teks: Simon Bowland, Ellie De Ville
Warna: Chris Blythe
Penerbit: 2000 AD, 2015. 96 hlm.

Posting terkait:

Dredd
Dredd: Top of the World, Ma-Ma
Dredd: Underbelly

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s