The Walking Dead: The Fall of The Governor (Part Two) (2014)

twd-book04-coverBuku The Walking Dead: Descent yang ditulis oleh Jay Bonansinga, beberapa hari lalu mendarat di kantorku dan mendadak aku teringat bahwa aku belum menulis resensi untuk buku terakhir dari serial sang Governor. Maklum, aku sedang dilanda kemalasan yang akut dalam hal menulis, yang mungkin selain kesibukanku yang sedang bertumpuk, daftar buku yang belum terbaca—tapi harus dibaca—sedang menggunung semenjak bulan terakhir.

Karena aku seorang yang bisa cukup merasa terganggu apabila ada sesuatu yang tidak tertib, maka sebelum aku menamatkan buku karya Bonansinga tersebut, aku harus terlebih dulu menulis resensi The Walking Dead: Fall of the Governor Part. 2. Harus. Biar enak.

Dalam buku ini, sebagaimana sudah kusinggung dalam resensi buku sebelumnya, Part. 1, di mana Kirkman dan Bonansinga tampak mulai tampak kebingungan soal mana kumpulan penggemarnya yang akan menjadi pangsa pasar utamanya: para penikmati serial komik ataukah televisinya. Nah untuk hal tersebut, tampaknya para penulis ini sudah mantap menentukan pilihan di buku ini: Pangsa pasarnya adalah penikmat komiknya. Amat mantap dan tegas. Pada akhirnya. Pasalnya: deskripsi karakter-karakternya kini benar segaris dengan kisah dalam komiknya. Dengan demikian para penikmat serial televisinya jelas akan dibuat heran dengan deskripsi yang berbeda dengan visual yang sudah tertanam di benak mereka. Mengapa Govenor berambut panjang, misalnya. Beberapa plot juga jadi terasa berbeda dengan serial televisinya, walaupun mungkin dalam soal ini malah tidak semengganggu perbedaan deskripsi karakternya.

Dalam buku kedua ini—terakhir dalam ‘trilogi’ yang anehnya terdiri dari empat buku—pembangunan karakternya membaik dibandingkan dengan buku sebelum-sebelumnya. Saking baiknya, di beberapa tempat aku sebenarnya sampai cukup terganggu dengan porsi di mana Governor memerkosa Michonne berulang-ulang seraya memukulinya. Memang kisah ini sudah diangkat dalam komiknya, dan entah apa alasan Kirkman untuk mengisahkannya kembali dalam buku ini dengan lebih detail dan dari perspektif sang Governor.

Tapi pada bagian selanjutnya hal tersebut menjadi sebanding, saat digambarkan pembalasan dendam Michonne pada sang Governor yang emosional—yang dalam pandanganku menjadi sesuatu yang amat sangat dapat dipahami—bisa dikatakan membuatku puas. Amat puas.

Dalam poin ini, penulisnya patut diacungi jempol dalam pembangunan karakter baik Governor maupun Michonne, walaupun karakter utamanya tetap: Lily Caul. Pendeknya, kalau aku bisa merasakan emosi saat membaca buku, artinya penulisnya berhasil.

Emosi jugalah yang kurasakan setiap saat aku disuguhi karakter Lily Caul. Entah bagaimana, ada kesal yang kurasa. Pertama-tama ia begitu membenci Governor hingga ia memimpin pemberontakan, tapi lantas ia berbalik dan menjadi loyalis sang Governor. Halo Lily, ini serius? Bagaimana ini bisa terjadi? Sebegitu gamangnyakah dirimu sehingga sedemikian plin plan? Agak mengganggu sebenarnya si Lily ini dan agak aneh karena kedua penulis ini sama sekali tidak mendalami proses transisi dalam diri Lily.

Tapi sudahlah, aku sedang dipenuhi aura positif hari ini, jadi betapa menyenangkannya apabila untuk kali ini aku menyoroti poin-poin positif buku ini dan tak perlu membesar-besarkan poin negatifnya.

Hal lain yang membaik adalah justru pada penggambaran yang brutal tentang kematian. Jauh lebih deskriptif dan mengenaskan, miris, dan cukup berhasil membuatku membayangkan perasaan tersebut setiap kali berhadapan dengan kematian dalam buku ini.

Dalam beberapa bagian, alur kisah buku ini kecepatannya menurun. Melambat. Kebanyakan karena deskripsi yang ekstensif pada orang-orang dan lokasi yang cenderung bisa menyeret pembacanya keluar alur kisah utamanya. Tapi untungnya masih terjaga sampai sebegitunya juga, jadi tidak sampai membuatku terpaksa membesar-besarkan poin negatif buku ini.

Pada akhirnya, buku ini memiliki lebih banyak poin positif dibanding negatif. Jadi kalau ada penikmat komiknya tertarik dengan novel-novel ini, silakan beli. Kalian tidak akan menyesal. Bagi kalian penikmat serialnya, hmm, aku tidak yakin kalian bisa paham beberapa perbedaan di dalamnya. Tapi kalau mau mencoba membaca, tidak ada salahnya.

Rate: 3/5

Penulis: Robert Kirkman dan Jay Bonansinga
Penerbit: Thomas Dunne Books, divisi dari St. Martin Press, 2013. 288 hlm

 

Buku sebelumnya:

The Walking Dead; The Rise of the Governor

The Walking Dead: The Road to Woodbury

The Walking Dead; Fall of the Governor (Part. 1)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s