The Walking Dead: The Fall of The Governor (Part One) (2013)

TWD-Book03-CoverSetelah sekian lama tidak menulis di sini, ada banyak sekali material yang harus ditulis. Memang, aku sudah berkata seperti ini sekitar dua bulan lalu, tapi kesibukan kerjaku yang sedang tinggi benar-benar menguras waktuku. Jadi sekalian, agar aku bisa menuliskan pendapatku soal komik dan dunia seputar komik—yang bukan superhero berkostum—aku akan sekalian pasang iklan lowongan pekerjaan di sini.

Dibutuhkan seorang yang mau bekerja keras, dengan disiplin ketat, memiliki kemampuan menggunakan Sketchup, AutoCAD, serta program-program Adobe, untuk bergabung denganku dalam bisnis Art Consultancy yang sedang berkembang. Domisili di Jakarta tentu saja.

Baik, setelah pembukaan yang tidak berkaitan dengan komik, kini setelah tak kunjung selesai juga menyusun resensi untuk Rogue Trooper: Nu Earth 2, aku memilih untuk menulis soal buku ketiga dari trilogi novel The Walking Dead. Kalau trilogi, mestinya buku ketiga adalah buku terakhir. Tapi untuk kasus ini entahlah. Bisa jadi karena kisahnya ternyata kepanjangan untuk dijadikan satu buku dan terlalu tebal kalaupun memang dipaksakan dijilid jadi satu buku, entah karena memang Kirkman dan Bonansinga merasa perlu pemasukan finansial lebih banyak, maka kisah terakhir dalam trilogi ini dipecah jadi dua bagian. Seperti film Hunger Games begitu, di mana kisah ketiganya dipecah jadi dua bagian. Persis seperti itu. Maka kini aku meresensi buku: The Walking Dead: The Fall of The Governor (Book One). Memang sedang trend-nya demikian mungkin.

Dalam novel buku ketiga ini, pada akhirnya, alur kisah antara novel dan komiknya mulai bertemu. Jadi mulai terasa bagaimana novel ini memang menjadi bagian dari kisah besar perjalanan Rick Grimes dalam komik.

Novel ini mungkin, mungkin ya, bertujuan juga untuk menarik para pemirsa serial televisinya untuk masuk lebih jauh ke dalam dunia The Walking Dead. Mungkin. Aku hanya menebak-nebak saja memang. Pertama, karena novel ini diterbitkan berbarengan dengan menanjaknya popularitas serial televisinya. Kedua, novel ini pertama kali terbit bertepatan juga dengan munculnya karakter Governor di televisi.

TWD-Book03-GovTapi aku juga sekaligus tidak yakin, karena, pertama, beberapa bagian alur kisah dan karakter dalam komik dan serial televisinya berbeda. Kedua, karakter Governor sendiri juga berbeda. Bukan tentang kekejaman atau perilaku Governornya sendiri, melainkan soal penampilannya. Apabila di komik sang Governor berambut gondrong dan berewokan, maka dalam serial televisi sang Governor tampil kelimis dan bercukur rapi.

Ya tapi setelah dipikir-pikir memang cukup tepat menurutku untuk menaruh tampilan Governor seperti itu dalam televisi. Coba bayangkan apabila ia hadir di layar dengan rambut panjang, berewokan, berangasan pula, apa tidak akan malah mengingatkan kita pada tokoh-tokoh penjahat kecil kambuhan di sinetron-sinetron dan film-film Indonesia pada umumnya? Kayaknya kita yang hidup di Indonesia rasanya tak ingin hal itu terjadi ya.

Jadi begitulah, ada sedikit perbedaan. Pertanyaannya kini, lantas apakah misal tebakanku bahwa pasar yang ingin diraup Kirkman dengan novelnya ini adalah para penyuka komik dan serial televisinya, maka langkah ini berhasil?

Aku sendiri mengikuti kisah dalam komik termasuk juga serial televisinya. Jadi mungkin bisa memberi sedikit pendapat.

Para penyuka komiknya, setahuku, juga mengikuti serial televisinya. Sementara tidak banyak dari sekitar 16 ribu pemirsa yang tercatat mengikuti serial televisinya juga mengikuti komiknya. Apalagi membaca novelnya.

TWD-Book03-Vol5Lagipula untuk novelnya ini, sepertinya Kirkman agak membuat kecewa kedua kubu. Mereka yang mengikuti komiknya tidak merasa menemukan sesuatu yang baru di buku ketiga ini, kisah-kisahnya sudah dipaparkan dalam volume 5 dan 6 dari collected edition, hanya lebih didetailkan saja. Sementara dalam novel pertama dan keduanya, duo Kirkman dan Bonansinga sama sekali tidak mengangkat apa yang ada dalam komik.

Governor yang memotong tangan Rick, Michonne yang menggigit hingga putus telinga Governor, keduanya sudah dikisahkan. Lalu setengah halaman berikutnya dari novel memberi fokus pada bagaimana Rick, Michonne dan Glenn melarikan diri dari Woodbury—kisah yang para penyuka komiknya sudah tahu.

Mereka yang tidak pernah membaca komiknya tak akan paham apa yang sesungguhnya terjadi dan pasti heran kenapa Rick Grimes di televisi masih memiliki dua tangan yang utuh. Lalu kenapa Governor kok brewokan, walau sampul bukunya juga menyesatkan. Dalam sampulnya diperlihatkan seorang lelaki, ya tentu saja itu yang dimaksud adalah Governor, yang mirip dengan karakter fisik Governor dalam serial televisi. Tetapi kisah di dalamnya mengacu pada Governor dalam komiknya yang gondrong. Jadi maksudnya apa ini, Tuan Kirkman dan Bonansinga?

Aku juga mendadak teringat pada pernyataan Kirkman tentang buku ketiganya ini bahwa buku ketiga ini akan berakhir persis seperti di dalam komik, tetapi diambil dari sudut pandang sang Governor. Sementara buku ini memberi fokus pada Lily Caul, Martinez, Bruce, Gabe, Bob dan karakter baru, Austin Ballard. Semua dikisahkan dari narasi orang ketiga, bukan orang pertama dan dari sudut pandang sang Governor seperti yang beberapa bulan sebelum novel ini terbit dikatakan oleh Kirkman.

Jadi kesimpulannya, apakah novel ini seru? Sebagai novel dengan zombie apocalypse jelas ini seru. Sebagai perkenalan pada siapa Governor, boleh lah. Tapi sayangnya agak kurang klop saja jadinya, tentang siapa yang sesungguhnya dituju sebagai konsumen novelnya: penikmat komik atau pemirsa serial televisinya.

Dan dibandingkan dengan dua buku pertama, buku ketiga ini jadinya sama sekali tidak kuat untuk berdiri sebagai salah satu tonggak yang patut diperhatikan dalam dunia The Walking Dead.

Rate: 3/5

Penulis: Robert Kirkman dan Jay Bonansinga
Penerbit: Thomas Dunne Books, divisi dari St. Martin Press, 2013. 254 hlm.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s