Rogue Trooper – Komik Miniseri 4 Nomor (2014)

RogueTrooper01_coverMelanjutkan resensi soal komik-komik Rogue Trooper yang berdatangan di beberapa bulan lalu, resensi kali ini—seperti yang kujanjikan dalam posting sebelumnya—adalah: Rogue Trooper #1–4 dalam kisahnya yang baru.

Masih biru, masih dalam pertempuran di Nu Earth, masih juga mencari orang di balik pembantaian Zona Kuarsa, inilah prajurit kloning yang juga seperti klon dalam Star Wars Saga, prajurit biru ini diciptakan untuk menjadi mesin pembunuh yang sempurna. Aku tidak tahu bagaimana bisa ada kemiripan dalam hal tersebut tapi aku rasanya tidak terlalu peduli. Selama kisahnya seru, kenapa ambil pusing darimana idenya datang?

Kisahnya sendiri, seperti pernah kubilang, tidak terlalu merambah ranah psikologis seperti karya-karya komik bertema perangnya Garth Ennis, mungkin malah bisa kubilang setipe dengan komik-komiknya Sgt. Rock. Komik perang, dramatis di sana sini, tetapi tidak terlalu mendalam. Tetapi bagi penyuka komik bertema perang sekaligus fiksi ilmiah, Rogue Trooper ini pilihan yang bagus.

Begitulah, dalam miniseri kali ini juga demikian. Masih di Nu Earth, masih dalam rangka pencarian sang pengkhianat yang menjadi dalang dari pembantaian seluruh kawan-kawannya di Zona Kuarsa, masih berurusan dengan Nort. Hanya kali ini, Rogue memiliki seorang kawan—seorang perempuan—yang bekerja sebagai sumber intelijennya di markas utama Milicom, tempat para jenderal kelompok Southern berkumpul dan berdiskusi, mengatur strategi mengenai jalannya perang. Tak ada kejelasan siapa perempuan ini, bagaimana wajahnya dan bagaimana ia bisa berkomunikasi dan memilih membantu Rogue. Ia hanya tampil dalam perbincangan dengan Rogue melalui radio. Mungkin ia seorang patriot—memercayai dan akhirnya memilih mendukung Rogue dengan memberinya data.

Kali ini juga, Rogue memiliki seorang partner—tidak secara formal tentu saja, karena ia memang sendirian dan hanya bertemankan biochip dari kawan-kawannya yang telah tiada. Partnernya adalah seorang prajurit Southern yang masih baru di medan perang, yang ia selamatkan dari pasukan infanteri Nort. Lantas sebagai fokus kisahnya, ada sekelompok veteran perang dari pasukan Southern yang dikirim untuk menangkap Rogue karena desersi—hidup atau mati. Apa yang menarik adalah: kita tahu Rogue tidak akan membunuh pasukan Southern, karena Rogue bukan seorang pengkhianat. Disinilah inti utama miniseri ini.

Ini juga, koreografi saat Rogue menyerang musuh dan berakhir dengan menusukkan pisau, adegan ini cakep banget...

Ini juga, koreografi saat Rogue menyerang musuh dan berakhir dengan menusukkan pisau, adegan ini cakep banget…

Lebih berdarah. Mungkin karena berwarna ya?

Lebih berdarah. Mungkin karena berwarna ya?

Dalam miniseri ini, kita juga diajak melihat lanskap Nu-Earth yang belum pernah dibahas dalam kisah-kisah sebelumnya, seperti kecoak-kecoak sebesar macan yang memangsa bangkai, lalu juga kita bertemu dengan mesin-mesin perang Nort yang canggih—yang rasanya harus ada sebagai pelengkap dalam setiap kisah fiksi ilmiah.

Prajurit biru satu ini, apabila para pembacanya mengikuti kisah-kisah terdahulunya, berubah cukup banyak dalam urusan gadget-nya; helm, ransel dan senjata. Biochip-nya masih ada—Helm, Bagman dan Gunnar—hanya bentuknya saja yang berubah. Gaya rambutnya juga berubah, Rogue tidak lagi berambut dalam potongan mohawk. Mungkin memang sengaja dibuat agar ada nuansa modern, tidak terlalu 80-an. Aku tidak tahu mana yang lebih baik, tapi mungkin ini hanya soal kebiasaan saja kalau aku di satu sisi merasa bahwa aku suka yang lama. Aku sudah lebih mengenal sang prajurit dalam desain lamanya, jadi ada keakraban yang personal. Itu saja. Aku tidak bicara mana yang lebih bagus. Hal ini tentu saja juga buah pikiran dari seniman Alberto Ponticelli, yang sebelumnya membuat ilustrasi untuk komik favoritku, Unknown Soldier. Jadi dari segi ilustrasi bisa dikatakan cukup membuatku puas dengan desain dan gambarnya. Amat puas tentu tidak. Tapi cukup puas. Dalam bayanganku, mungkin ilustrasi Danijel Zezelj lebih pas untuk menggambarkan atmosfir kemuraman, kegelapan, kegelisahan dan kegetiran.

Terlepas dari itu semua, satu hal yang pasti, aku akan tetap mengikuti kisah petualangan sang prajurit berkulit biru ini. Semenjak 2000AD memilih untuk memerbarui karakter ini, lantas juga menerbitkan kisah-kisah pendek dalam universe sang prajurit, aku tahu bahwa perjalanan Rogue masih panjang.

Rate: 4 / 5

Penulis: Brian Ruckley
Ilustrasi: Alberto Ponticelli
Warna: Stephen Downer
Penulis teks: Tom B. Long
Editor: Denton J. Tipton
Penerbit: IDW, 2014. 20 hlm per issue

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s