Rogue Trooper Classics #01 (2014)

RogueTrooperClassics01-CoverTahun 1988. Majalah Hai. Aku masih duduk di kelas 2 SMP. Masih jaman Orde Baru di mana bagi anak seusiaku, dunia nyaris tak ada masalah. Berita-berita di televisi tidak terlalu padat oleh berita kriminalitas, info selebritis dan kerusuhan. Nyaris segala hal terasa baik-baik saja. Dan aku yakin, di dunia seperti itu, nyaris semua yang seumuran denganku dan membaca majalah Hai pasti kenal apa yang akan kubicarakan di sini.

Rogue Trooper. Dalam Majalah Hai diterjemahkan menjadi: Prajurit Rogue.

Beberapa bulan lalu, aku mendapat informasi bahwa tokoh favorit lamaku itu akan kembali dirilis. Kali ini bukan oleh majalah Hai—sesuatu yang jelas nyaris mustahil mengingat kini majalah Hai telah jauh berubah dari tahun 1988—melainkan oleh penerbit komik IDW. Jelas saja, hal yang kulakukan adalah menelfon toko komik langgananku dan meminta mereka untuk mencarikan dalam data katalog mereka Rogue Trooper. Tidak sampai dua menit, mereka mengatakan bahwa ada dua buah komik Rogue Trooper yang akan terbit dari IDW. Tentu. Tentu saja. Aku pesan keduanya.

Seakan diingatkan lagi pada karakter tersebut, aku juga mulai mencari informasi mengenai komik Rogue Trooper di internet mengingat dulu majalah Hai tidak memublikasikannya hingga selesai. Dan ternyata jauh di luar dugaanku, sebenarnya kisah perjalanan sang prajurit sudah sedemikian jauh. Kumpulan komik petualangan utamanya saja sudah ada 3 judul, Tales of the Nu-Earth, buku satu hingga buku 3. Tentu saja. Lagi. Tentu saja aku memesannya. Kali ini online karena toko langgananku tersebut tidak memiliki akses ke komik-komik lama. Dan karena keterbatasan uangku, aku hanya memesan satu judul dari dua judul yang masih tersedia dalam stok mereka: buku keduanya saja.

Seraya menunggu, di bulan-bulan berikutnya aku memesan judul-judul lainnya setiap kali tanggal gajianku tiba.

Akhirnya. Setelah melalui penantian yang cukup panjang, awal bulan lalu, komik-komik pesananku berdatangan. Tak perlu waktu lama, sedari aku membuka-buka lembaran komikku, diriku kembali melayang pada dunia nun jauh di luar sana. Di luar planet bumi ini. Planet yang disebut Nu-Earth.

Nu-Earth, adalah salah satu planet di jagat raya ini yang menjadi medan peperangan sengit para penghuninya sendiri. Planet yang pada akhirnya mati oleh nuklir, senjata kimia, gas beracun, yang dilancarkan dari kedua pihak—Northern dan Southern. Mirip Perang Sipil Amerika, Utara dan Selatan memang. Nu-Earth, yang pada akhirnya menjadi planet mati. Planet yang setelah kematiannya, jasadnya masih diperebutkan akibat kandungan mineral yang begitu kaya di bawah seluruh lapisan tanahnya.

Di planet inilah kisah sang prajurit berlangsung. Prajurit hasil kloning dan rekayasa genetik, berkulit biru—tetapi dalam komik yang diterbitkan dulu, tidak nampak karena komiknya hitam putih—mampu bernafas dan hidup dalam atmosfir beracun Nu-Earth, dibiakkan dan dihidupkan hanya untuk satu tujuan: bertempur melawan pihak Northern. Prajurit pasukan elit ini, masalahnya mengalami bencana, penerjunan perdana mereka di medan pertempuran justru menjadi ladang pembantaian mereka. Seluruh, kuulangi, seluruh pasukan elit berkulit biru tersebut tewas dibantai sebelum menginjak tanah. Semua tewas tanpa sempat bertempur.

Seluruhnya?

Sebenarnya tidak. Masih ada satu orang yang bertahan hidup.

Satu prajurit yang setelah berhasil meloloskan diri, memutuskan untuk tidak berkomunikasi dengan atasannya, karena sadar bahwa penerjunan mereka adalah sebuah jebakan, yang berarti ada pengkhianat di antara para petinggi pihak Southern. Hidup dan menyatakan diri masih hidup, hanya berarti bunuh diri. Maka prajurit ini memiih untuk terus hidup dengan satu tujuan: menemukan si pengkhianat. Inilah yang menjadi dasar utama kisah perjalanan si prajurit yang lantas jadi desertir, rogue.

2000AD, sekian lama tak pernah lagi menerbitkan kisah sang prajurit, hingga mendadak IDW, yang sukses dengan merangkul Judge Dredd, mulai menoleh pada sang desertir. Hal ini menuai banyak komentar, sebagian mendukung, sebagian lagi mencemooh. Tapi sudahlah, apapun selalu ada yang suka dan ada yang tidak suka, bukan? Aku memilih untuk menyatakan pendapatku sendiri di sini…

Komik yang kuterima ada dua, Rogue Trooper Classics yang merupakan rilis ulang kisah petualangan sang prajurit tetapi kini untuk pertama kalinya diberi warna. Satu lagi komik yang mengisahkan petualangannya yang baru di tengah perjalanan panjangnya dalam menemukan sang pengkhianat. Dalam posting kali ini aku akan membahas satu dulu, yang kusebut pertama tadi. Rogue Trooper Classics.

Rogue Trooper Classics tidak bisa kuulas banyak, karena memang hanya menambahkan warna saja. Tidak lebih, tidak kurang. Sisanya sama persis dengan rilis perdananya sekitar 32 tahun lalu. Kisah perdananya, yang terdiri dari 7 halaman, sebenarnya bisa menjadi satu edisi one-shot. Dave Gibbons memang amat tepat untuk menjadi ilustrator karakter menakjubkan ini, siapa yang tidak ingat dengan karyanya dalam Watchmen? Ditulis oleh Gerry Finley-Day, kisahnya memang tidak terlalu dalam secara psikologis sebagaimana kisah-kisah yang kini banyak digandrungi para penyuka komik. Kisahnya sederhana saja, tentang kehidupan seorang prajurit di medan perang. Itu saja. Kadang ada konflik mental, kadang ada pertanyaan soal perang itu sendiri, tetapi hanya itu saja. Tak ada imbuh-imbuh kesadaran politik yang luar biasa mendalam dan sejenisnya. Tapi justru itu yang menarik hatiku dulu. Ini sekedar komik perang dalam kerangka fiksi ilmiah. Dan saat kisahnya diwarnai oleh Adrian Salmon, seperti anggur dan tape-ketan yang makin nikmat rasanya seiring dengan bertambahnya usia, komik ini tetap kunikmati sebagaimana aku menikmati komik ini untuk pertama kalinya 26 tahun lalu.

Bagi mereka yang tidak kenal siapa karakter ini dan mengapa karakter ini menjadi salah satu karakter yang pantas mendapat tempat di hati, ada pengantar yang menarik dalam edisi rilis ulang ini. Sungguh, ini komik yang jelas mendapat tempat di hatiku, sedari dulu hingga kini.

Untuk berbagi kisah awalnya, di bawah ini kuunggah satu kisah perdana dari sang prajurit. Kalau menurutmu menarik, silakan sisihkan sedikit uangmu dan belilah komiknya. 50 ribu rupiah setiap bulan rasanya tidak akan terlalu menyakiti dompetmu, mengingat bahwa mayoritas dari kita menghabiskan uang untuk rokok dan pulsa jauh melebihi harga tersebut.

Rating: 4 / 5

Penulis: Gerry Finley-Day
Ilustrator: Dave Gibbons
Warna: Adrian Salmon
Teks: Dave Gibbons, Bill Nuttall
Sampul: John McCrea
Penerbit: IDW, 2014
Tebal: 40 halaman.

RTC-01

RTC-02

RTC-03

RTC-04

RTC-05

RTC-06

RTC-07

 

Advertisements

6 thoughts on “Rogue Trooper Classics #01 (2014)

    • Ini lebih baru, udah masuk 80-an pertengahan ke akhir, dan umurnya juga pendek seingetku kok. Iseng nyari komik online yang bahasa Indonesia-nya juga gak dapet.

  1. Ah jdi inget masa abg, dulu sempat cari2 komik ini tapi ga ketemu ketemu, semoga gramedia jual komik ini 🙂 ngarep

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s