Constantine – Pilot Episode (2014)

Constantine-banner

Pertama kali mendengar kabar ini di pertengahan tahun lalu, terus terang aku tidak terlalu percaya, kalaupun jadi dibuat serial televisinya, aku juga skeptis bahwa kisahnya akan bagus. Hal yang membuatku ragu adalah kebiasaan merokok John yang akut. Memang dalam film layar lebar yang dibintangi Keanu Reeves bertahun-tahun silam memang digambarkan bahwa John memerangi kecanduannya akan rokok—tapi tetap digambarkan sebagai perokok dan memang merokok. Kedua, aku melihat film-film serial televisi sebagian besarnya jadi selalu menurun kualitasnya dibandingkan serial komiknya. Oke, selain The Walking Dead. Coba lihat rencana serial televisi The Punisher yang mana Frank Castle mendadak berubah menjadi seorang polisi yang masih aktif, atau Human Target yang jadi jauh menurun kadar kedalaman psikologisnya.

Tapi seperti biasa, kupikir aku tetap harus memberi kesempatan, karena selalu ada kemungkinan prediksiku keliru. Dan kini saat aku berhasil mendapatkan episode pilot Constantine, aku langsung menontonnya. Tentu saja. Jadi beginilah episode pilot ini dalam pandanganku.

Kisah dibuka dengan adegan di RS Ravenscar, Inggris di mana John Constantine (diperankan oleh Matt Ryan) dalam keadaan santai. Mendadak seorang pasien yang kerasukan mulai membuat keributan. Tentu saja, John yang sudah berpengalaman dalam menangani hal ini dengan cepat menyelesaikan masalah. Tetapi masalahnya bukan berarti selesai begitu saja karena ternyata keributan tersebut adalah sebuah peringatan baginya bahwa keluarga kawannya di Amerika sedang berada dalam bahaya. Dan begitulah, John terbang ke Amerika.

Semendaratnya di Atlanta, John segera dikenalkan dengan Liv (Lucy Griffin) yang panik karena mulai terjadi hal-hal aneh di di sekelilingnya tanpa mampu ia pahami. Bisa ditebak bahwa ini adalah sebuah fenomena supranatural yang memang terus eksis bertautan dengan semua yang berelasi di sekeliling kehidupan John.

Setelah itu, kisahnya tentu saja berkisar pada petualangan John berurusan dengan alam supranatural. Tak perlu rasanya kupaparkan di sini karena bisa-bisa menjadi spoiler bagi kalian yang belum menonton. Silakan tonton filmnya dulu dan aku akan melanjutkan resensi ini pada soal-soal yang menurutku, sebagai pembaca komiknya dan penggemar Hellblazer, penting.

Baiklah, mari kita mulai. Pertama-tama, tentu saja, dari kemiripan fisik.

Bandingkan dengan John Constantine dari komiknya. Bagus kan? Hanya minus rokok...

Bandingkan dengan John Constantine dari komiknya. Bagus kan? Hanya minus rokok…

John Constantine, karakter yang amat Inggris, sinis, berantakan, playboy, pemabuk, tipikal anti-hero kelas pekerja, biseksual, dan secara fisik tampilannya terilhami oleh Sting—saat masih muda tentu saja. Dengan demikian, sebenarnya karakter Keanu Reeves sama sekali tidak cocok. Sementara di sini Matt Ryan kuanggap cukup memadai. Sayangnya upaya episode ini untuk memerlihatkan masa lalu John tampaknya memang sengaja diubah. Seperti bagaimana John menjadi pasien di Ravenscar dengan sukarela. Lalu kilas balik soal kejadian traumatik di Newcastle di mana dalam komik John dalam upayanya menyelamatkan seorang gadis kecil, Astra, malah mengirimkan sang gadis ke neraka. Oleh karena hal tersebut, John dimasukkan ke dalam Ravenscar, menjadi subyek penelitian Dr. Roger Huntoon. Sementara di sini, Huntoon malah berkata sebagai berikut:

You witnessed the murder of a girl, talking can help you realise it wasn’t your fault… you feel guilty for being unable to protect the girl.

Jauh berbeda bukan? Kasus yang traumatik dan menghantui John sepanjang hidupnya bukan lagi karena kesalahannya langsung, melainkan hanya karena ia menjadi saksi mata saja. Ada kedalaman traumatik yang berbeda. Apa yang John alami di Ravenscar, yang menjadi motivasi utama mengapa John menjadi seperti karakter yang kita kenal, pupus sudah.

Lalu terlepas dari mirip tidaknya secara fisik Matt Ryan dengan John, entah mengapa aku tidak merasakan sebuah sinisme yang akut yang melekat erat dalam karakter komiknya. MIsalnya, bagaimana ia dapat dengan mudah begitu saja memandu Liv. Aneh saja rasanya. Amat tidak Constantine. Apabila ada dalam situasi seperti demikian, apa yang dilakukan oleh John tentu saja: berperilaku menyebalkan, susah diajak kerjasama, tak pedulian, egosentris, walaupun memang membantu juga. Sementara ini, bisa akur dengan mudah. Aneh. Aneh banget.

Bukan lagi perokok akut, tapi yah, minimal ia masih memegang geretan.

Bukan lagi perokok akut, tapi yah, minimal ia masih memegang geretan.

Perbedaan-perbedaan lainnya, tentu saja, adalah bahwa John bukan perokok akut dan bukan biseksual—hal ini memang tidak tampak jelas, tapi bisa diketahui dari pernyataan NBC sendiri bahwa John dalam serial ini bukan seorang biseksual. Hal ini cukup membuat sebagian penggemarnya melayangkan protes yang cukup keras.

Aku sendiri awalnya tidak terlalu ingat soal ini, semenjak dalam komiknya juga tidak pernah terlalu kentara dibahas selain sempilan-sempilan detail yang menyatakan hal tersebut. Seperti dalam Hellblazer #51 dan Hellblazer: Highwater. Aku masih kurang paham, sampai akhirnya aku menemukan bahwa dalam budaya Inggris, menyebut boyfriend itu selalu dikonotasikan dengan kekasih yang bahkan juga pernah berhubungan seks. Dan bukankah memang John adalah karakter yang amat Inggris?

Tapi aku terus terang bukan biseksual, jadi aku tidak menganggap hal ini terlalu penting. NBC juga, kenapa harus memberi pernyataan seperti itu? Kecuali memang NBC berniat membuat kontroversi sebagai bagian dari promosinya. Kecuali memang demikian, dalam pandanganku hal ini tidak perlu diumbar. Toh dalam komik juga tidak pernah diperlihatkan secara vulgar kalau John berpacaran dengan seorang lelaki. Seperti misal panel di bawah ini.

Bisa paham soal panel-panel di atas?

Bisa paham soal panel-panel di atas?

Bukan aku tidak peduli sama sekali soal isu-isu homoseksualitas, tapi menurutku poin soal ini dalam kisah Constantine tidaklah seintegral Captain America yang memerangi Nazi ataupun Batman yang kehilangan kedua orangtuanya. Alan Moore menciptakan karakter Constantine di tahun 1985 dan ia sama sekali tidak menyatakan bahwa karakter ini biseksual, sampai sekitaran tahun 1993. Delapan tahun berlalu dan dalam periode tersebut sudah banyak penulis yang turut mengembangkan karakter dasar John Constantine selain Moore, antara lain: Veitch, Gaiman, Delano, Ennis. John tidak digambarkan sebagai seorang biseksual, setidaknya hal ini bukan hal yang integral dan substansial.

Terus terang aku malah merasa jengah dengan respon audiens yang menuntut John harus tampak dengan jelas digambarkan sebagai seorang biseksual.

Ya sudah, mari kita lewat saja soalan John yang biseksual. Mari kita pindah ke topik lain yang menarik.

Hal lain yang mungkin luput dari perhatian, tapi bagiku adalah jejak yang penting, adalah saat diperlihatkan—walau sepintas—tengkorak Swamp Thing dan keberadaan helm Doctor Fate. Mungkinkah kedua karakter tersebut akan muncul di episode-episode berikutnya, aku tidak tahu, tapi yang pasti hal tersebut memberi pernyataan bahwa John adalah bagian dari sebuah jagat yang juga bertautan dengan karakter-karakter lain.

Tengkorak Swamp Thing. Ada yang memerhatikan?

Tengkorak Swamp Thing. Ada yang memerhatikan?

Doctor Fate. Menarik melihat bahwa Goyer benar-benar mengambil Constantine era Hellblazer

Doctor Fate. Menarik melihat bahwa Goyer benar-benar mengambil Constantine era Hellblazer.

Constantine dan Doctor Fate... eh, maaf salah Constantine

Constantine dan Doctor Fate… eh, maaf salah Constantine.

Bisa jadi dalam episode-episode berikutnya serial ini akan menarik. Pilihan untuk memilih karakter John dalam versi Hellblazer, dan bukannya versi New 52, adalah sebuah awal yang bagus. Tetapi karakternya sendiri, aku masih ragu. John Constantine yang kukenal adalah John yang begitu cepat menekuni sesuatu walau tentu disertai sifat-sifatnya yang bisa dikatakan negatif dan kehidupannya berkisar di jalan-jalan serta lokasi yang jorok, kotor dari Inggris—walaupun dalam satu komik ia pernah ke Irak dan berurusan dengan jin di sana. Sementara dalam film serial ini, John lebih pada karakter yang mampu menuntun, bukan perokok akut, malas-malasan. Ya walaupun aku bisa paham bahwa ada aturan ketat yang melarang karakter-karakter yang tampil dalam televisi merokok eksesif.

Tapi akhir kata, karena ini masih episode pilot, bisa jadi pandanganku nanti akan berubah. Siapa tahu. Aku akan menunggu bulan Oktober di mana secara resmi serial ini mulai ditayangkan.

Rating: 3.5 / 5

Produser Eksekutif: David Goyer, Daniel Cerone
Aktor/Aktris: Matt Ryan, Angelica Celaya, Harold Perrineau, Charles Halford
Sumber: Karakter John Constantine oleh Alan Moore, era Hellblazer
Produksi:
Ever After/Phantom Four Productions, DC Entertainment, Warner Bros. Television
Distributor: Warner Bros. Television Distribution
Channel: NBC

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s